NEWS

Izinkan Sekolah Tatap Muka Tingkat Taman Kanak-kanak Hingga Sekolah Menengan Atas di Jakarta, Anies ungkap Syaratnya

Izinkan Sekolah Tatap Muka Tingkat Taman Kanak-kanak Hingga Sekolah Menengan Atas di Jakarta, Anies ungkap Syaratnya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperbolehkan pembelajaran tatap muka (PTM) menggunakan protokol kesehatan (prokes) ketat pada tengah masa Pemberlakuan restriksi kegiatan warga (PPKM) Level 3 di Jakarta.

“di perpanjangan PPKM Level tiga kali ini, pembelajaran tatap muka terbatas dan /atau pembelajaran jeda jauh dapat kembali dilaksanakan,” kata Anies pada Keputusan Gubernur (Kepgub) Provinsi DKI Jakarta nomor 1026 Tahun 2021 perihal Pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat Level tiga Corona Virus Disease 2019 yang salinannya diterima pada Jakarta, Rabu.

Ketentuannnya, kata Anies, berdasarkan Keputusan beserta Menteri Pendidikan serta Kebudayaan, Menteri agama, Menteri Kesehatan dan Menteri pada Negeri.

dalam Kepgub yg ditekan sejak 23 Agustus 2021, Anies menetapkan bahwa buat satuan pendidikan sederajat TK, Sekolah Dasar, SMP sampai SMA, diperbolehkan buat melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan kapasitas maksimal 50 %.

Anies mengungkapkan bahwa hal tadi mengacu pada Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri kepercayaan , Menteri Kesehatan dan Menteri pada Negeri dengan nomor 03/KB/2021, angka 384 Tahun 2021, angka HK.01.08/MENKES/4242/2021, nomor 440-717 Tahun 2021 perihal panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).

sementara, untuk satuan pendidikan sederajat SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB ditetapkan oleh Anies bisa dilakukan pembelajaran tatap muka aporisma menggunakan kapasitas 62 % hingga dengan 100 % menggunakan menjaga jarak minimal 1,5 meter serta aporisma lima siswa per kelas.

Adapun untuk jenjang pendidikan PAUD, Anies memutuskan pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan aporisma 33 persen menggunakan menjaga jeda minimal 1,5 meter serta aporisma lima peserta didik per kelas.

Adapun keputusan Anies ini, mulai diberlakukan di semenjak 24 Agustus 2021.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menjelaskan bahwa pihaknya telah mengadakan kedap serta merencanakan akan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas di 30 Agustus 2021 mendatang di 610 sekolah berasal Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, SMA, dan SMK di semua Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *